IPP
, Thailand
141 views

Global Power Synergy, PEA Thailand collab to be energy suppliers 

The MoU covers exploring models where GPSC serves as an electricity supplier for PEA.

The Global Power Synergy Company Limited (GPSC) and Provincial Electricity Authority (PEA) in Thailand to seek opportunities to become energy suppliers. 

The Memorandum of Understanding in particular provided the GPSC and PEA will study and develop an operation model where the former serves as an electricity supplier for the latter. 

The agreement also covers looking into a joint investment between the PEA and GPSC. 

“The MoU between GPSC and PEA is deemed as a very significant collaboration because the two organizations, as energy suppliers in the energy trading projects of PEA's grid power, shall seek ways of power generation that can support the security of electricity system,” Rosaya Teinwan, Executive Vice President - Business Development of GSC, said. 

Teinwan noted the collaboration is also in part a preparation for the electric vehicle industry and clean energy transition of the business sector. 

Panumas Limsuwan, Deputy Governor (Corporate Strategy) of the PEA, said the agency sees that the business sector will particularly benefit from the partnership. 

“As an organization responsible for the direction and development of energy infrastructure, PEA is well prepared to work hand in hand with all sectors in order to promote the ultimate use of resources and the fair access to infrastructure,” Limsuwan said.

Read Also: Global Power Synergy’s green bonds oversubscribed by 2.3 times  

 

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.