, India
Photo from NTPC

India OKs NPCIL, NTPC joint venture to develop nuke plants

Authorities also relaxed rules to inject more financing in nuclear power.

The Government of India has approved the Anushakti Vidhyut Nigam Ltd. (ASHVINI), a joint venture of Nuclear Power Corporation of India Limited (NPCIL) and NTPC Ltd. that will build, own and operate nuclear power plants in the country.

NTPC said the government also allowed the transfer of the 4x700 megawatt (MW) Mahi Banswara Rajasthan Atomic Power Project from NPCIL to ASHVINI. 

To ensure adequate financing for India’s nuclear power development, the government approved the exemption to NPCIL to invest more than $5.98m (INR500 crore) and exemption to NTPC to invest more than $59.8m (INR5,000 crore) in a single JV or subsidiary company.

“This will pave the way for pooling of resources from both NTPC and NPCIL  in terms of finances, technology, and project expertise for the rapid expansion of nuclear power productivity in the country to meet the targets of Net Zero by 2070,” NTPC said.

India aims to triple its installed nuclear capacity from 8,180 MW to 22,480 MW by 2031-2032.

$1 = INR83.64

Follow the link s for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.