, APAC
145 views
Photo by benjiecce via Pexels

World Bank to boost energy transition in East Asia, Pacific with $2.5b programme

This will fund around 2.5 GW of additional renewable energy.

The World Bank has announced its $2.5b Accelerating Sustainable Energy Transition Program that will fuel the shift of developing countries across East Asia and Pacific to renewable energy.

According to the organisation, the programme will add 2.5 gigawatts of renewable energy capacity which is equal to 50 utility-scale solar farms or more than 1,000 wind turbines. This is expected to reduce carbon emissions by 60 million tonnes whilst providing over 20 million people with new or improved access to clean electricity.

"This program is part of the World Bank's global effort to combat climate change through an accelerated energy transition. Other development partners are expected to join this platform for financing and knowledge to scale up impact,” said Manuela Ferro, vice president for East Asia and Pacific at World Bank.

Under the initial phase, there will be $260m worth of grants and credits that will increase access to renewable energy and enhance the reliability of electricity supply in Papua New Guinea. This will also boost clean energy generation and improve the reliability and quality of electricity service in parts of the Republic of Marshall Islands. 

Another $5m grant, to be implemented by the ASEAN Centre for Energy, will be issued to accelerate the scale-up of renewable energy and foster cross border electricity trade among ASEAN countries. 

Future phases of the funding will cover Cambodia, the Federated States of Micronesia, Indonesia, and Mongolia.

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.