, India
Photo by Pixabay via Pexels

Adani Green cash profit up 32% to $16.68m in Q1 FY 2025

Thanks to capacity expansion.

Adani Green Energy said its cash profit increased by 32% to $16.68m (INR1,390 crore) in the first quarter (Q1) of fiscal year 2025 driven by the addition of 2,618 megawatts (MW) in its capacity.

In a statement, the company said the increased capacity also lifted revenue by 24% to $30.33m (INR2,528 crore), and its earnings before interest, tax, depreciation and amortisation by 23% to $28.48m (INR2,374 crore) from a year earlier.

As of Q1, Adani Green said it expanded its operational capacity to 10,934 MW, up by 31% from a year ago. This includes 2,000 MW of solar capacity in Khavda, 418 MW of solar capacity in Rajasthan and 200 MW of wind capacity in Gujarat.

“Adani Green is well on track to achieve its 2030 capacity target of 50 GW including at least 5 GW energy storage in the form of pumped hydro, with sites already secured and clear visibility on evacuation. The global recognition of our ESG efforts further strengthens our resolve to deliver sustainable, industry-leading growth,” Adani Green CEO Amit Singh said.

$1 = INR83.91

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.