, India
100 views
Photo by Narcisa Aciko via Pexels

SJVN unit, AM Green ink 4,500-MW RE deal for green ammonia facilities

Solar and wind plants will be set up.

India’s SJVN, through its wholly owned subsidiary SJVN Green Energy Limited (SGEL) has signed a memorandum of understanding with AM Green Ammonia for the setting up of renewable energy projects in India, which will be used to support the latter’s green ammonia facilities. 

In a statement, SJVN said its subsidiary will explore establishing 4,500 megawatts (MW) of clean energy facilities, which include 2,500 to 3,000 MW of solar projects, and 1,500 to 2,000 MW of wind projects over three phases.

These are seen to provide around 11,500 million units of supply on an annual basis, SJVN said. 

AM Green, a company under Greenko Group, is developing one of the largest green ammonia platforms in Kakinada, Andhra Pradesh. These will be developed in two phases starting with a capacity of one million tons per annum, then ramping up the capacity to five million tons per annum by 2030 which is equivalent to one million tonnes per annum of hydrogen. 

SGEL currently has a renewable energy portfolio of about 7.2 gigawatts under various stages of development. 

The deal with AM Green is SGEL’s first venture into commercial and industrial segment.

Follow the link s for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.