, India
Photo by Studio Art Smile via Pexels

India OKs $1.63m new transmission schemes

These will be implemented through competitive bidding.

The Indian government has approved new inter state transmission system (ISTS) schemes valued at $1.63m (INR13,595 crore) to evacuate 9 gigawatts (GW) of renewable energy (RE) from Rajasthan and Karnataka.

According to the Ministry of Power, the evacuation scheme of Rajasthan Renewable Energy Zone will cover 4.5 GW of RE power from Rajasthan. It comprises 1 GW from Fatehgarh complex, 2.5 GW from Barmer Complex and 1 GW from Nagaur (Merta) Complex. 

This will be transferred to Mainpuri Region, Fatehpur and Orai of Uttar Pradesh. The project is expected to be completed in two years and will cost $1.46m (INR12,241 crore).

Meanwhile, the system strengthening scheme of Karnataka will evacuate 4.5 GW RE power from Koppal area and Gadag area. 

This will be completed by June 2027 and will cost about $162,122 (INR1,354 crore).

The schemes will be implemented through Tariff Based Competitive Bidding mode. These are part of 500 GW RE capacity by 2030, of which 200 GW are already connected, the government said.

$1 = INR83.51

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.