, India
Photo from NTPC

India government owned NTPC inaugurates $1.91b Lara Super Thermal Power Station

Stage-I is valued at over $1.91b, while the upcoming Stage-II is around $1.87b.

NTPC has officially opened the 1,600 MW Stage-1 of Lara Super Thermal Power Station and laid the foundation stone for Stage-II.

Stage-I has an investment value of over $1.91b (Rs 15,800 crore), whilst Stage-II has been set for construction on available land from Stage-I with an investment value of $1.87b (Rs 15,530 crore).

Located in Raigarh district of Chhattisgarh, the pithead power station has been connected from NTPC’s Talaipalli Coal block through Merry-Go-Round (MGR) system, guaranteeing the available supply of low-cost energy to the country.

ALSO READ: NHPC to develop 300 MW solar plant in India

Lara Super Thermal Power Station has also been equipped with Super Critical technology for Stage-I and Ultra Super Critical technology for Stage-II. All units will be operated with lesser Specific Coal Consumption and carbon dioxide emission.

50% of the power generated from the power station will go to the state of Chhattisgarh, the project is estimated to be vital to the improvement of the power supply of other states, like Gujarat, Madhya Pradesh, Maharashtra, Goa, Daman & Diu, Dadra and Nagar Haveli.

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.