, India
Photo by PhotoMIX Company: https://www.pexels.com/photo/transmission-tower-95719/

NLC, BHEL to develop 2400 MW Odisha thermal power project

The plant's first unit is expected to start operation in FY 2028-29.

NLC India Ltd. has awarded an EPC contract to Bharat Heavy Electricals Limited (BHEL) to construct a pit head green field thermal power project with a 2,400 MW capacity at Jharsuguda District in Odisha.

In a statement, the Ministry of Coal said the power generated from the project is linked to the states of Tamil Nadu, Odisha, Kerala, and Puducherry, with power purchase agreements (PPA) already formalised.

Under the contract, both entities will cover the engineering, manufacturing, supply, erection, and commissioning of equipment such as boilers, turbines, generators, and balance of plants.

With the thermal project being based on ultra-supercritical technology, the coal linkage will be accessible from 20 million tonnes per annum (MTPA) from the Talabira II& III mines of NLCIL, operational from 2020 in the Jharsuguda and Sambalpur Districts of Odisha.

ALSO READ: CIP starts construction of 300 MW India onshore wind project

The water required is sourced from the Hirakud Reservoir and the power generated will be distributed through the ISTS and STU Network.

The first unit of the Odisha thermal power project is projected to be operational in FY 2028-29, aiming for the facility to deliver low-cost competitive power to its beneficiaries.

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.