Photo from BW Group

Standard Chartered approves $145m loan facility for BW Batangas

The Batangas-based floating storage regasification unit pushes for the Philippines’ LNG goals.

Standard Chartered has finalised a $145m senior secured term loan facility for the floating storage regasification unit (FSRU) BW Batangas.

Located in the city of Batangas, the FSRU will serve as an important component in the energy resilience and security of the Interim Offshore LNG Terminal of renewable energy company First Gen. It will also help propel the country’s ambitious LNG goals.

BW Batangas is operated by the maritime company BW Group, who has expanded interests in the sectors of shipping, floating infrastructure, deepwater oil and gas production, as well as plans for renewable energy and sustainable technologies.

ALSO READ: World Bank and ADB strike deal for the expansion of Nepalese hydropower sector

Simultaneously, Standard Chartered acted in the coordination and syndicated financing of the project with four lenders, taking up the roles of lead arranger and lender.

“The success of the facility not only demonstrates our strong credit offering and capabilities, it also aligns with the Bank’s commitment to direct capital to areas that can help drive sustainable development in energy, storage and transportation infrastructure across ASEAN markets,” Abhishek Pandey, global head of transportation finance of Standard Chartered, stated.

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.