, India
107 views
Photo by Tom Fisk: https://www.pexels.com/photo/aerial-view-of-plant-beside-water-3809129/

India to add 80 GW thermal capacity by 2031 to 2032

A total of 27 GW of thermal projects are under construction.

Union Minister for Power and New & Renewable Energy Shri R. K. Singh said in a meeting with power sector stakeholders that the government will be adding 80 gigawatts (GW) of thermal capacity by 2031 to 2032 due to rising demand.

“India needs 24x7 availability of power for its economic growth; and we are not going to compromise on availability of power for our growth. This power cannot be achieved by renewable energy sources alone,” he said. 

ALSO READ: India could save $29b through shift to biogas

“Since nuclear capacity cannot be added at a rapid pace, we have to add coal-based thermal capacity for meeting our energy needs,” the minister added.

Singh said that 27 GW were already under construction and it would add around 55 GW to 60 GW more thermal power.

India currently has 214 GW of required coal and lignite-based installed capacity. The capacity is expected to reach 283 GW by 2031 to 2032 under the National Electricity Plan.

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.