India’s RE, Infrastructure finance agencies to fund renewable projects

The funding will be through co-lending and loan syndication.

The Indian Renewable Energy Development Agency (IREDA) and the India Infrastructure Finance Company Ltd (IIFCL)entered into a memorandum of understanding for co-lending/co-origination and loan syndication for renewable energy projects.

In a statement, the Ministry of New and Renewable Energy said the two parties also aim to fix the interest rates for IREA borrowing for three to four years, whilst IIFCL may invest in IREDA-issued bonds.

ALSO READ: India could install record-high 4 GW rooftop solar in 2024

"We are pleased to partner with IIFCL and offer our techno-financial expertise to IIFCL for the development of Renewable Energy sector. With this collaboration, we will be able to support Govt. of India’s target of achieving 50% share of our energy from non-fossil fuels by the year 2030,” said IREDA Chairman & Managing Director Shri Pradip Kumar Das.

“We remain confident that by working together, we will leverage our strengths and continue to serve our customers in line with Prime Minister Shri Narendra Modi's vision of Aatmanirbhar Bharat and a clean and green India,” he added.

The MOU was signed by Das and IIFCL Shri P R Jaishankar.

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.