, India
Source: Loic Manegarium (Pexels)

India should revive thermal power plants over investing in new ones: report

IEEFA estimated that acquiring 6.1GW of stranded plants could help meet energy security needs. 

India would be better off reviving stranded thermal power plants instead of investing in new ones, the Institute for Energy Economics and Analysis (IEEFA) reported. 

In a report, IEEFA estimated that acquiring 6.1 gigawatts of stranded plants could help meet immediate energy security needs. The report noted that this needs to come with plants to retire and repurpose the plants for renewable energy generation. 

“In light of energy security concerns, strategic acquisitions and subsequent revival of the stranded power sector capacity present in India can be a viable alternative to adding new thermal assets,” said Shantanu Srivastava, Sustainable Finance and Climate Risk Lead, South Asia, IEEFA.

“IEEFA believes any new investment in thermal power can potentially lead to stranded asset risk, given the clear economic case of renewable energy over thermal power. Financing these thermal plants will expose domestic banks to another set of potential power sector non-performing assets (NPAs) and a higher climate risk on their portfolios.”

Read more: India’s utility-scale solar addition to slow in 2023

IEEFA added that acquiring and reviving power sector NPAs could allow banks to clean up their books which have kept high NPAs for over a decade. 

“It will give the banks more headroom to contribute towards achieving India’s ambitious clean energy goals,” he said.

 

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.