, South Korea
179 views
Photo from SK ecoplant.

SK ecoplant acquires 20% stake in World Energy GH2 green hydrogen project

It will start to produce green hydrogen by March 2025.

South Korea’s SK ecoplant signed an agreement with Canada’s World Energy GH2 to invest $50m in the Nujio’qonik green hydrogen project, acquiring a 20% share in the plan and securing exclusive engineering, procurement, and construction services.

In a joint statement, the companies said SK ecoplant will be providing front-end engineering design services and the installation of electrolysis cells.

The first phase of the project located in Newfoundland in Canada will have a budget of $4.5b to support the generation of 1 gigawatt of wind power and 600 megawatts of solid oxide electrolysis cells and proton exchange membrane electrolysis cells. It will also include the setting up of green ammonia plants.

READ MORE: Reducing green hydrogen production costs hangs on gov’t support

Wind power will be used to split water into green hydrogen. The green hydrogen will then be processed to produce green ammonia which will be exported to other continents including Europe.

The project is expected to start producing green hydrogen in March 2025 and green ammonia in March 2025.

It is expected to process 60,000 tons of green hydrogen to around 360,000 tons of green ammonia annually.

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.