, Australia
Source: Sam Forson (Pexels)

Ingka Group invests in Australia‘s biggest wind farm

This is the company’s first renewables investment. 

Ingka Group, through Ingka Investment, made its first renewable energy investment in Australia’s biggest wind farm. 

The retailer acquired a 15% stake in the EUR1.3b stage one of TagEnergy’s Golden Plains Wind Farm near Geelong. 

“Sustainability investments are a growth sector, where doing good business and being a good business comes together, and therefore are also a core strategic priority for Ingka Group,” Peter van der Poel, managing director of Ingka Investments, said.

“It is about making the necessary investments to meet sustainability goals and support the IKEA transition to become climate positive and transition to a circular business model, through offering affordable solutions enabling people to live within the planetary boundaries. The investment also increases our ability to support value chain partners with renewable energy.”

Read more: Australia, Netherlands ink deal for renewable hydrogen supply chain development

The project has a total planned capacity of 1.3 gigawatts and consists of two stages. Once completed, Golden Plains Wind Farm is expected to provide sustainable energy to over 750,000 homes.

Stage one consists of 756 megawatts (122 turbines) with an expected annual production of over 2,000 GWh/yr. Pro-rata to the ownership stake, Ingka Investments will be able to claim up to 15% of the project output of electricity and Renewable Energy Attributes and link it to the local Ingka Climate Footprint.

 

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.