, APAC
112 views
Source: IEEFA website

Clean energy firms’ ESG rating may be ‘downplayed’: report

This calls for an improved ESG methodology.

Clean energy companies may be scoring lower than the others in terms of their environment, social, and governance (ESG) initiatives due to the lack of agreed objective and unified standards. 

In a report, the Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) raised the need to improve how the utility sector is evaluated. 

IEEFA’s Hazel James Ilango said the sustainability efforts of energy firms transitioning to cleaner energy sources may be downplayed due to the subjective nature of ESG ratings, industry peer assessment, and ESG data disclosure and methodology. 

Ilango noted that in its current form, coal companies may be able to get a similar rating, if not higher than, renewable energy firms. 

Read more: Power amongst top sectors focused on ESG investments

Case in point is fossil fuel firm Origin Energy in Australia garnering a more positive rating from Refinitiv and Sustainalytics, compared to RE firm AC Energy. 

“Neither the lack of clean energy transition by Origin Energy nor the renewable energy procurement of AC energy is distinctly reflected in their respective ESG and environmental scores,” Ilango said.

“The E, S and G pillars cover a wide and varying array of factors. The subsequent aggregation of these analyses into one single metric will not precisely reflect the actual ESG performance of a company’s operation,” Ilango said.

On this note, Ilango said a mandatory reporting for each ESG pillar may be in order to reflect the company’s ESG performance.

 

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.