, Australia
Source: Pexels

This is how much energy consumers overpaid in 2014-2021

Energy network providers in Australia have been pocketing supernormal profits.

Energy network providers in Australia bagged some $10b in supernormal profits between 2014 and 2021 for charging consumers “substantially higher bills,” the Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) reported. 

In a report, the IEEFA found that the profit of energy network providers were 67% higher than normal level of profit. 

“People’s electricity bills are forecast to increase even further over the next 6-18 months as high coal and gas prices globally impact Australia’s domestic prices,” Simon Orme, who authored the report, said.

“Australia’s energy customers have been spinning golden silk for network providers for nearly a decade. They can’t be expected to fund super profits any longer. The extra burden must be removed.”

Read more: APAC electricity demand to grow 3.4% in 2022

He added this could delay the decarbonisation of Australia’s electricity system. 

The IEEFA reported that ‘poles and wires’ distribution and transmission network service businesses have been charging consumers around 11% more than total costs. 

“Of the 18 NSPs analysed, 14 extracted profit above IEEFA’s expected profit multiple range,” the report read, adding that this has imposed unnecessary additional average cost of 6.8%, or $800-1,200 per energy customers, onto people’s electricity bills in 2020.

 

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.