, India

Acciona constructs third wind park in India

Acciona Energy has started constricting the 56 MW Tuppadahalli facility, its third wind park in India. It will come on stream in 2011. According to the Construction and maintenance News, the wind park represents an investment of US$81.3 million. The wind park will increase the company's wind power capacity in the country to 85.8 MW.

Tuppadahalli joins the the 13.2 MW Arasinagundi, installed in 2007, and the 16.5 MW Anabaru, built in 2008, among Accion Energy’s wind parks in India. All three are 100 per cent owned by Acciona. Also located in the state of Karnataka, the new park will contain thirty-four 1,650 kW wind turbines and its renewable energy production will avoid the emission of 167,000 metric tons of CO2 a year from conventional power stations in the state.

Acciona Energy is the first Spanish wind power developer in terms of owned wind parks in India. Its subsidiary has its offices in Bangalore.

The company plans a major presence in India, the fifth world maket in terms of wind power implementation.
 

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.