, India

Shriram explores Sri Lanka wind power opportunities

The Shriram Group will organize its wind power production facilities in Sri Lanka through Orient Green Power.

The Chennai- based company has signed its final agreement with the board of investments in Sri Lanka during early part of this month and this agreement will enable to the company to avail tax concessions and other related incentives.

According to T.Shivaraman, CEO and Managing Director of Orient Green Power, the company has acquired 87 per cent of the shares in Power Lanka, a newly formed wind power company, while the balance of shares is held by its local partner.

The company is planning to start the 10.5 MW wind power project at Puttankulam, a key wind power location with a prime load factor of more than 28 per cent.

The company has signed a power purchase agreement with Sri Lankan Government for a period of 20 years. Since the company does not subsidize its clean energy productions the produced energy can be sold at market price. The wind turbines required for the project will be supplied by Shriram Leitner, another  company within the group. The company also has plans to start another 100 MW wind farm in the coming years in Sri Lanka.

Follow the link for more news on

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.