, Korea

S-Energy launches upgraded module line in Korea

S-Energy increased its module capacity by 120MW to a total of 350MW in October 2011.

 

According to S-Energy, this is the most modern solar module manufacturing line in Korea with stringers from Teamtechnik of Germany, laminators from 3S of Switzerland and automation made by Evertechno of Korea.

S-Energy insists that the advantage of not choosing a turnkey supplier has meant they have been able to pick the best components to reach the highest quality standards and to be one step ahead of their international competitors.

“The high throughput Stringer TT1200 single track from Teamtechnik, in particular, has helped us to achieve a dramatic improvement in string geometries such as string straightness and ribbon position on the bus bar. Furthermore, in-parallel availability has increased and the cell breakage rate has been dramatically reduced to less than 0.1%,” says In-Chul Chang, Vice-President at S-Energy.

S-Energy is adamant that this will boost module sales. It is hoped, the higher initial investment costs will pay off within a short period of time because the quality, availability and yield have improved and cell breakage has fallen dramatically compared to their first module lines.

For Teamtechnik, this continues their expansion into Asia following its recent partnerships with subsidiaries located in the Chinese cities of Suzhou and Jintan.

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.