, Vietnam

TNB Renewables to buy 38% stake in Sunseap's solar projects in Vietnam

The five solar rooftop projects have a total capacity of 21.6 MWp.

Singapore-based Sunseap announced that TNB Renewables, owned by Malaysian electricity company Tenaga Nasional Berhad, will purchase a 38% stake in the solar energy provider’s five solar rooftop projects in Vietnam.

Completed in December 2020 under state-owned Vietnam Electricity’s (EVN) Feed-In-Tariff 2 programme, the solar projects have a total capacity of 21.6 MWp and have a 20-year power purchase agreement with EVN to provide the country’s national grid with clean energy at a feed-in-tariff of $0.0838/kWh.

Currently, Sunseap holds 90% in the five projects. Once the acquisition is completed by Q1 2021, the company’s shareholding will drop to 51%, whilst existing shareholder Sun
Times Energy Joint Stock Company will still own 10% of the equity interest.

TNB’s president and CEO Datuk Ir. Baharin bin Din said: “This acquisition will serve as a beachhead for TNB to establish a local presence in Vietnam and expand into the rapidly growing renewable energy and utility market in Vietnam. This acquisition builds on our earlier Malaysia-Singapore cross border collaboration with Sunseap and demonstrates our commitment in transforming TNB into a regional RE and utility player.”
 

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.