, Singapore

India removes tariff caps on solar and wind tenders

This could hike tariffs for wind auctions.

The Ministry of New and Renewable Energy (MNRE) of India has issued a new regulation authorising the tendering agencies and state utilities to remove tariff caps from wind and solar tenders. The upcoming federal tender (Round Ten) should not include a tariff cap. The decision is not expected to make a major difference for solar auctions, as prices are already quite low at $0.03/kWh (INR2.5/kWh) in the latest round but could lead to a higher tariff for wind.

Recent allocation rounds faced massive under-subscription, and the latest wind tender (Round Nine) for 1.2GW, which included an $0.04/kWh (INR2.9/kWh) tariff cap, was rescheduled several times owing to a lack of interest from industry. As a consequence, the wind sector saw only 2.4GW of new wind projects, in spite of a huge amount of auctioned capacity.

According to the government of India, installed renewable power capacity in India crossed the 84GW threshold in December 2019 (84.4GW), with wind power capacity reaching 37,280MW, solar capacity 32,530MW, biomass capacity 9,940MW and small hydropower capacity 4,650MW. India has set a target of 175GW of renewable power capacity by 2022, including 100GW from solar, 60GW from wind, 10GW from biomass and 5GW from small hydropower.

This article was originally published by Enerdata.

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.