, Thailand

Thailand's PTT to invest in retail and industrial power sectors

It is looking to list its retail subsidiary PTT Oil & Retail Co in an IPO that could raise around $2b.

Thailand's largest energy group and national oil company PTT has decided to raise investments in the retail and industrial power sectors to offset the global economic slowdown in its oil refining and chemical activities. The group is facing thin profit margins in a context of low demand and chemical supply exceeds.

PTT aims to list its retail subsidiary PTT Oil & Retail Co (PTTOR) in an initial public offering (IPO), which could raise around $2b. Proceeds from the IPO would help PTT expand its retail business across Asia (Vietnam, Laos, Cambodia and other countries). PTTOR is also considering building an LPG import terminal near Thilawat in Myanmar, while PTT's power generation branch Global Power Synergy (GPSC) is developing a gas-fired power project in Myanmar.

PTT plans to expand GSPC, which acquired the 69.1% stake held by ENGIE in Glow Energy in June 2018; Glow Energy is the third largest IPP in Thailand with a capacity of approximately 3.1 GW (2018). Earlier in June 2019, PTT approved a 47% increase in its investment spending plan to support GSPC's projects in electricity and renewables.

This article was originally published by Enerdata.

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.