, India

SECI raises tariffs for 10GW solar scheme

Investor interest in the scheme continued to be weak.

The Solar Energy Corporation of India (SECI) raised the tariff for auctions for its 10GW manufacturing-linked solar scheme from 3.8 cents (INR2.75) per kWh to 3.9 cents (INR2.85) per kWh. However, this is still lower than the original proposed tariff of 4 cents (INR2.93) per kWh.

According to online documents, SECI also extended until 19 November 2018. Indian Express said this is the fifth postponement since the initial deadline of 20 August.

This move in line with the falling prices of solar modules and weak interest amongst investors. Additionally, bidders can get incentives like accelerated depreciation, concessional customs, excise duties, and tax holidays as available for such solar PV power projects.

Also read: India levies 25% import tariff on Chinese, Malaysian solar panels

Additional measures that aim to raise interest in the scheme include the expansion of the window to get waivers on the inter-state transmission system (ISTS) charge, changes in shareholding criteria for projects under the tender, and an almost 25% cut in the requisite bank guarantee amount.

The 10GW scheme aimed to boost the domestic solar manufacturing industry. According to Indian Express, solar developers sourced 88% of the products though cheaper imported component in FY2018.  

Jaringan listrik lemah Vietnam menghambat kebijakan pembelian listrik yang langsung

Infrastruktur energi yang buruk menghambat integrasi kapasitas baru dari proyek energi terbarukan (EBT).

Penutupan pembangkit listrik batu bara baru di ASEAN pada 2040 mungkin tercapai

Penambahan pembangkit batu bara baru dan retrofit pembangkit yang ada menjadi risiko lebih besar dalam transisi.

ADB menyetujui pinjaman senilai $500 juta untuk mendukung transisi energi Indonesia

Ini bertujuan membangun kerangka kebijakan yang kokoh dalam mendukung peralihan menuju energi bersih.

Avaada meningkatkan beban energi terbarukan untuk penuhi permintaan pusat data India

Perusahaan menargetkan kapasitas energi terbarukan sebesar 30 gigawatt pada 2030.

Asia-Pasifik mungkin tidak mencapai target energi terbarukan

Negara-negara di kawasan itu harus menarik investasi untuk memajukan tujuan energi bersih mereka.

Laba bersih Adaro turun 12% menjadi $880 juta di Semester 1

Pendapatan turun 15% menjadi $2,97 miliar pada periode tersebut.

ACEN dan Barito Renewables bermitra untuk mempercepat energi angin di Indonesia

Kemitraan ini akan dijalankan oleh anak perusahaan mereka.

Malaysia diminta mengintegrasikan jaringan listrik untuk mempercepat pertumbuhan tenaga surya

Pembatasan penetrasi tenaga surya ke jaringan pada 24% dari permintaan puncak dapat menghambat ekspansi.